Tanaman yang dapat digunakan untuk menyerap polutan CO, NOx, HC, Partikel Halus (PM2.5 dan PM10), CO2, Benzena (C₆H₆), Formaldehida (CH₂O), Ozon Troposferik (O₃), Sulfur Dioksida (SO₂), Amonia (NH₃)

 Tanaman yang dapat digunakan untuk menyerap polutan CO, NOx, HC, Partikel Halus (PM2.5 dan PM10), CO2, Benzena (C₆H₆), Formaldehida (CH₂O), Ozon Troposferik (O₃), Sulfur Dioksida (SO₂), Amonia (NH₃)

Tanaman memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengurangi berbagai polutan udara melalui proses fotosintesis dan penyaringan. Berikut adalah beberapa tanaman yang efektif dalam menyerap atau mengurangi polutan udara seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC), partikel halus (PM2.5 dan PM10), karbon dioksida (CO2), benzena, formaldehida, ozon troposferik (O₃), sulfur dioksida (SO₂), dan amonia (NH₃):

1. Karbon Monoksida (CO)

  • Spider Plant (Chlorophytum comosum): Efektif dalam mengurangi CO.
  • Peace Lily (Spathiphyllum spp.): Juga dapat membantu mengurangi CO.

2. Nitrogen Oksida (NOx)

  • Areca Palm (Dypsis lutescens): Efektif dalam mengurangi NOx.
  • Boston Fern (Nephrolepis exaltata): Membantu menyerap NOx dan meningkatkan kualitas udara.

3. Hidrokarbon (HC)

  • Philodendron (Philodendron spp.): Dikenal efektif dalam menyerap hidrokarbon.
  • Pothos (Epipremnum aureum): Juga baik dalam mengurangi hidrokarbon dan polutan lainnya.

4. Partikel Halus (PM2.5 dan PM10)

  • Aloe Vera (Aloe barbadensis miller): Membantu mengurangi partikel halus di udara.
  • English Ivy (Hedera helix): Dapat membantu mengurangi partikel halus di udara.

5. Karbon Dioksida (CO2)

  • Snake Plant (Sansevieria trifasciata): Mengurangi CO2 dan meningkatkan kualitas udara di malam hari.
  • Bamboo Palm (Chamaedorea seifrizii): Juga dapat membantu mengurangi CO2.

6. Benzena (C₆H₆)

  • Peace Lily (Spathiphyllum spp.): Efektif dalam mengurangi benzena.
  • Dracaena (Dracaena spp.): Juga dikenal untuk menyerap benzena.

7. Formaldehida (CH₂O)

  • Spider Plant (Chlorophytum comosum): Efektif dalam mengurangi formaldehida.
  • Areca Palm (Dypsis lutescens): Membantu menyerap formaldehida dan polutan lainnya.

8. Ozon Troposferik (O₃)

  • Gerbera Daisy (Gerbera jamesonii): Membantu mengurangi ozon troposferik di dalam ruangan.
  • Parlor Palm (Chamaedorea elegans): Dapat membantu mengurangi ozon dan polutan lainnya.

9. Sulfur Dioksida (SO₂)

  • Bamboo Palm (Chamaedorea seifrizii): Membantu mengurangi sulfur dioksida.
  • Boston Fern (Nephrolepis exaltata): Juga dapat menyerap sulfur dioksida.

10. Amonia (NH₃)

  • Pothos (Epipremnum aureum): Dikenal efektif dalam mengurangi amonia.
  • Philodendron (Philodendron spp.): Juga efektif dalam menyerap amonia dan polutan lainnya.

Catatan

  • Tanaman Gantung dan Indoor: Banyak dari tanaman ini efektif dalam lingkungan indoor dan bisa ditempatkan di dalam ruangan untuk membantu meningkatkan kualitas udara.
  • Pemeliharaan: Pastikan untuk merawat tanaman dengan baik agar mereka tetap sehat dan efektif dalam menyaring polutan. Beberapa tanaman mungkin memerlukan kondisi tertentu seperti cahaya atau kelembapan.

Tanaman ini tidak hanya membantu mengurangi polutan udara tetapi juga memberikan manfaat estetika dan psikologis. Penempatan tanaman di lingkungan dengan polusi tinggi dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas udara dan kesehatan secara keseluruhan.

Referensi kredibel :

  • Wolverton, B. C. (1997). How to Grow Fresh Air: 50 Houseplants That Purify Your Home or Office. New York: Penguin Books.
  • Wood, R. A., Burchett, M. D., & Alquezar, R. (2006). "The potted-plant microcosm substantially reduces indoor air VOC pollution: II. Laboratory study." Water, Air, and Soil Pollution, 177(1-4), 59-80.
  • Sriprapat, W., & Thiravetyan, P. (2013). "Phytoremediation of BTEX from Indoor Air by Zamioculcas zamiifolia." Water, Air, & Soil Pollution, 224(4), 1-10.
  • NASA Clean Air Study. (1989). Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement. NASA Report.
  • Pospisilova, J., Synkova, H., & Haisel, D. (2000). "Effect of Air Pollutants on Physiology and Biochemistry of Plants." Environmental Pollution, 109(3), 415-421.
  • Gawrońska, H., & Bakera, B. (2015). "Phytoremediation of Particulate Matter from Indoor Air by Chlorophytum comosum, Spathiphyllum wallisii, and Ficus benjamina." International Journal of Phytoremediation, 17(8), 788-796.
  • Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Tanaman yang membuat rindang