kegiatan atau bahan yang dapat menghasilkan Trichloroethylene ?

 

Trikloroetilena (Trichloroethylene - TCE): Kegiatan dan Bahan yang Menghasilkannya

Trikloroetilena (C₂HCl₃) adalah cairan tidak berwarna dengan bau khas yang digunakan sebagai pelarut industri. Senyawa ini bersifat volatile organic compound (VOC) dan dapat mencemari udara, tanah, serta air.


1. Kegiatan yang Menghasilkan Trikloroetilena

a. Proses Industri

  • Industri Logam & Pembersihan Mesin
    • TCE digunakan sebagai pelarut pembersih logam dalam industri otomotif dan manufaktur untuk menghilangkan minyak dan lemak dari suku cadang logam.
  • Produksi Perekat & Pelapis
    • Digunakan dalam beberapa lem industri, terutama untuk produk berbasis karet dan plastik.
  • Industri Elektronik
    • Dipakai dalam pembersihan sirkuit elektronik sebelum proses penyolderan.
  • Industri Tekstil & Penyamakan Kulit
    • Sebagai pelarut untuk penghilangan noda dan minyak pada kain serta dalam proses penyamakan kulit.

b. Aktivitas Pembakaran & Polusi Udara

  • Pembakaran Sampah & Produk Plastik
    • Beberapa plastik dan bahan sintetis mengandung klorin yang dapat menghasilkan TCE saat dibakar.
  • Emisi Kendaraan Bermotor & Pabrik
    • Beberapa pabrik kimia dan kendaraan bermotor dapat melepaskan TCE sebagai polutan udara.

2. Bahan yang Mengandung atau Menghasilkan Trikloroetilena

  • Pelarut Pembersih Logam & Elektronik → Digunakan dalam industri otomotif dan manufaktur.
  • Perekat & Cat Semprot → Beberapa lem dan cat berbasis pelarut mengandung TCE.
  • Deterjen Industri & Penghilang Minyak → Digunakan dalam pembersihan kain dan alat berat.
  • Produk Karet & Plastik → Beberapa bahan sintetis menggunakan TCE dalam produksinya.

Kesimpulan

Trikloroetilena terutama dihasilkan dari kegiatan industri seperti pembersihan logam, manufaktur elektronik, dan produksi perekat. Selain itu, pembakaran sampah plastik serta emisi industri juga dapat melepaskan senyawa ini ke lingkungan. TCE bersifat toksik dan dapat menyebabkan dampak kesehatan, sehingga penggunaannya harus dikontrol dengan ketat.


Referensi Kredibel :

  • Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). (2019). Toxicological Profile for Trichloroethylene (TCE). U.S. Department of Health and Human Services.
  • American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH). (2021). Documentation of the Threshold Limit Values and Biological Exposure Indices.
  • Carey, F. A., & Sundberg, R. J. (2007). Advanced Organic Chemistry: Part B: Reaction and Synthesis (5th ed.). Springer.
  • Chiu, W. A., Jinot, J., Scott, C. S., Makris, S. L., Cooper, G. S., & Lipscomb, J. C. (2013). Human health effects of trichloroethylene: Key findings and scientific issues. Environmental Health Perspectives, 121(3), 303-311.
  • International Agency for Research on Cancer (IARC). (2014). IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans: Trichloroethylene, Tetrachloroethylene, and Some Other Chlorinated Agents (Vol. 106). World Health Organization.
  • U.S. Environmental Protection Agency (EPA). (2011). Toxicological Review of Trichloroethylene (CAS No. 79-01-6). Office of Research and Development.
  • World Health Organization (WHO). (2005). Air Quality Guidelines for Europe – Trichloroethylene. WHO Regional Office for Europe.
  • Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Tanaman yang membuat rindang